

Continue Reading >>>>>
Kumpulan Artikel Bermanfaat Dalam Kehidupan
"Kenapa sih pria ogah pake cincin kawin kalau udah nikah?" Pertanyaan ini kerap kali muncul di kalangan wanita ketika melihat temannya atau bahkan pasangannya sendiri saat sudah menikah.
Padahal cincin kawin adalah lambang sucinya perkawinan dan suatu ungkapan bersatunya dua cinta sejati ke dalam suatu perkawinan. Jadi secara idealnya mestinya harus dipakai seseorang baik pria maupun wanita sebagai tanda kalau mereka sudah menikah atau bisa juga secara klise sebagai suatu simbol agar selalu teringat akan pasangannya.
Tetapi memang banyak sekali dijumpai pada beberapa pria yang udah menikah tapi tak memakai cincin kawinnya. Ada suatu jawaban yang enteng dan iseng banget, "Iya, biar tetap terlhat single, jadi bisa cari lagi donk." Jawaban ini sering kali terlontar dari sebagian pria yang sudah menikah atau bisa juga ini menjadi salah satu pandangan wanita ketika ditanyai tentang hal ini.
Dibalik itu semua, apa memang pasti begitu alasan keengganan seorang pria memakai cincin kawinnya hanya semata-mata agar bisa mencari lagi yang lain. Ternyata hal ini bukanlah satu-satunya alasan tetapi masih ada beberapa yang lain yang menyebabkan hal ini.
1. Enggan memakai cincin kawin karena merasa sayang. Bayangkan saja biasanya cincin kawin itu khan mahal banget bahkan sampe bertahtakan berlian. Bayangkan kalau sampai dibuat kerja, misalnya untuk menghitung uang, mencari dokumen dan mengangkat beban, karena memang kodrat seorang pria banyak berhubungan dengan aktivitas yang berat. Tipe pria model ini cenderung menggunakan cincin hanya pada even tertentu saja, karena mereka tak ingin cincin nikah mereka rusak dan mengurangi kesakralan cincin pengikat ini.
2. Cincin termasuk sebagai salah satu jenis perhiasan. Nah, tidak semua pria terbiasa memakai perhiasan, salah satunya seperti cincin. Dapat kita lihat jarang banget kita temukan pria yang memakai cincin kecuali untuk tuntutan profesi seperti mbah-mbah dukun yang memang sudah jadi trademark mereka. Pria merasa risih memakai cincin jika memang mereka bukan tipe pria yang suka aksesori sebagai pelengkap penampilan mereka.
3. Enggan memakai cincin karena tak mau dianggap pamer. Dibanding wanita pria bukan sosok yang suka pamer dan suka mencari perhatian terlebih dengan cincin kawin mereka.
4. Memakai cincin kawin bisa menarik perhatian orang asing untuk bertanya yang bukan-bukan. Nah, untuk menghindari hal negatif, pria cenderung lebih suka 'menyembunyikan' cincin kawin mereka.
5. Faktor keamanan jadi alasan pria enggan memakai cincin kawin.
Memakai cincin kawin bukan jaminan bahwa seseorang itu setia. Mau pake cincin kawin sampai jari tak kelihatan, bukan jaminan pria tak akan berselingkuh. Kalau mata dan hati udah bertaut apa yang bisa dikata. Cincin hanyalah simbol, yang paling penting adalah pendirian di hati. So, masihkah kita beranggapan kalau tak memakai cincin kawin itu berarti pertanda ingin selingkuh?
Entah itu ramalan zodiak ataupun shio, banyak orang selalu penasaran ingin tahu jodoh dan kehidupan asmara mereka. Namun benarkan aspek kehidupan cinta seseorang bisa ditentukan zodiak?
Menurut Dr David Voas dari Universitas Manchester, zodiac sama sekali tak memiliki pengaruh pada kehidupan asmara seseorang. Untuk menguji pendapatnya, David bersama tim dari Research Fellow, Centre for Census and Survey Research menganalisa hari kelahiran 20 juta pasangan suami dan istri di Inggris dan Wales.
Riset yang menggunakan data sensus tahun 2001 ini gagal membuktikan keterkaitan antara zodiak dan hubungan asmara maupun kehidupan cinta seseorang.
"Lebih dari 20 juta pasangan menikah di Inggris dan Wales, dan hampir sebagian besar memiliki pasangan yang tidak sesuai dengan unsur zodiak mereka. Jika ada kecenderungan ke arah sana, misalnya Virgo berpasangan dengan Capricorn, atau Libra dengan Leo, kita pasti melihat ada perubahan dalam statistik pernikahan tersebut," jelas David yang meyakini tak ada hubungan khusus antara seseorang dan zodiak.
"Jika kita memiliki 10 juta pasangan, dan hanya ada satu pasangan yang dipengaruhi rasi bintang dan memang berjodoh, kita masih butuh sekitar sepuluh ribu lagi pasangan yang memiliki kombinasi serupa. Tak ada bukti cukup untuk menjelaskan keterkaitan tersebut," tambah David seperti yang dimuat jurnal University of Manchester.
"Para ahli perbintangan menggunakan elemen-elemen perbintangan untuk meramal karakter seseorang. Namun yang dibicarakan oleh orang biasa adalah simbol-simbol matahari atau perbintangan, seberapa besar pengaruhnya, karena bagi sebagian orang hal tersebut masih kabur dan meragukan untuk menentukan pasangan jiwa mereka kelak. Prediksi tersebut bisa jadi justru menjadi pukulan pada keyakinan yang mereka anut," papar Dr Voas yang tak bermaksud merendahkan profesi para ahli astrologi populer seperti Mystic Meg, Russell Grant dan Jonathan Cainer, namun Voas lebih memperhatikan antusiasme publik pada ramalan perbintangan dengan garis jodoh mereka.
"Namun dari pencarian di mesin pencari Google, kata kunci 'cinta' dan 'astrologi' mencapai setengah juta, bahkan buku-buku yang mengangkat tema pasangan jiwa dan zodiak tulisan Linda Goodman salah satunya 'Sun Signs and Love Signs' terjual lebih dari 1 juta copy di seluruh dunia pada 40 tahun terakhir.
"Minat masyarakat yang tinggi terhadap horoskop semakin menguntungkan media, terutama untuk ramalan asmara, karena orang cenderung akan melakukan apapun, termasuk percaya dengan rasi bintang mereka," kata Doktor jurusan School of Social Sciences ini seperti dikutip physorg.com.
Sebelumnya, riset tentang ilmu perbintangan (astrologi) pernah dilakukan di Eropa, akan tetapi saat dilakukan test menguji para pakar astrologi, untuk mengetahui di mana letak posisi delapan planet-planet besar, ternyata 70 persen peramal tidak bisa mengetahui pengetahuan yang mendasar ini. Lalu, bagaimana mereka bisa menghitung dan mengartikan nasib orang lain, apabila letaknya saja tidak tahu.
Majalah Stern juga pernah melakukan tes pada semua ramalan para astrologi paling top di Eropa, ternyata dari hasil keseluruhan ramalannya selama satu tahun hanya 3 persen saja yang kebetulan mendekati kenyataan. Lalu bagaimana dengan Anda, masihkah berminat mencari pasangan jiwa sesuai zodiak Anda?